Minggu, 23 November 2008

Wajib Cinta Rasulullah SAW





Jika kita menyukai dan mencintai sesuatu, pasti kita akan sering menyebut sesuatu itu. Bahkan kita akan berusaha untuk menjaga keadaan dari sesuatu yang kita cintai itu dengan baik. Apapun akan kita persembahkan demi sesuatu tersebut. Sesungguhnya mencintai Nabi Muhammad SAW adalah wajib, termasuk bagian dari iman. Seorang Muslim wajib lebih mencintai Rasulullah SAW melebihi kecintaan kita terhadap diri kita sendiri, orang tua, anak, keluarga, harta benda, bahkan seluruh manusia.

“ Demi Dzat yang jiwaku berada dalam kekuasaan-Nya, tidaklah sempurna iman salah seorang di antara kalian sehingga aku lebih dicintai daripada orang tuanya dan anaknya �.
(HR. al-Bukhari)

“ Tidak sempurna iman seseorang, sehingga aku lebih ia cintai dibanding keluarga, harta, dan manusia semua �.
(H.R. Muslim)

Rasulullah saw bersabda, "Orang-orang yang paling kucintai dari Ummat-ku adalah mereka yang akan datang setelah-ku, tapi setiap orang di antara mereka akan memiliki keinginan mendalam untuk sekedar melihatku sekejap, bahkan dengan mempertaruhkan keluarga dan hartanya.
(diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra. Sahih Bukhari)

Nabi saw bersabda, "Barangsiapa memiliki ketiga sifat berikut ini akan merasakan manisnya (indahnya) iman :
1. Ia yang mencintai Allah dan Rasul-Nya melebihi apa pun.
2. Ia yang mencintai seseorang dan orang itu mencintainya semata-mata demi Allah SWT.
3. Ia yang benci untuk kembali kepada kekafiran sebagaimana ia benci untuk dilempar ke dalam api.
(diriwayatkan dari Anas ra. Sahih Bukhari)

" Nabi itu (hendaknya) lebih utama bagi orang-orang mukmin dari diri mereka sendiri ".
(QS. Al-Ahzab : 6)

“ Katakanlah jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, kaum keluarga, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatirkan kerugiannya dan rumah tempat tinggal yang kamu sukai adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan dari jihad di jalan -Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik “.
(Q.S. at-Taubah : 24)

Related Posts by Categories



0 komentar:

Poskan Komentar

"Be A Real Moeslem" © 2008 Template by:
SkinCorner