Sabtu, 03 Januari 2009

BERTAUBAT DAN HAKEKATNYA BERTAUBAT



BERTAUBAT DAN HAKEKATNYA BERTAUBAT A’udzu billahis sami’il ‘aliimi minasy syaithanir rajiim.Bismillahirr ahmanirrahim. Assallamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Bapak-bapak, Ibu-ibu, Saudara-saudara dan Adik-adikku yang insya Allah dirahmati dan dimuliakan oleh Allah SWT. Ketahuilah, bahwa setiap orang yang hidup didunia ini pasti mempunyai dosa, kecuali Nabi Muhammad s.a.w., karena Allah SWT telah mengampuni segala dosa-dosanya. Bagaimana dengan kita yang berlumuran dengan dosa ini, Allah SWT berjanji akan mengampuni dosa manusia semuanya, walaupun dosanya seluas samodra, setinggi gunung (artinya dosanya banyak sekali) asalkan, manusia itu masih beriman, bertakwa dan tidak berbuat syirik, karena dosa syirik tidak akan diampuni oleh Allah SWT. Manusia yang beriman berhenti berbuat dosa dan bertaubatan nasuha, bertaubat yang semurni-murninya dan kembali kejalan Allah, kembali ke aturan Allah. Selanjutnya menta’ati Allah dan Rasul-Nya dan
segala Ketentuan-ketentuan -Nya. Bertaubat yang artinya berhenti total dari berbuat dosa dan berjanji tidak akan mengulangi berbuat dosa lagi walaupun ada sarana ada kesempatan untuk berbuat dosa dan segera kembali ke jalan yang benar yaitu menta’ati Allah dan Rasul-Nya dan segala aturan maupun ketentuan-ketentuan -Nya, yang tercatat didalam Al Qur’an dan Hadits-hadits yang shahih dan segera memuhji dan mencari ridho Allah dan berbuat amal salih sebanyak-banyaknya. . Setelah bertaubat lalu mengadakan perbaikkan pada dirinya sendiri dan mencari amal salih yang sebanyak-banyaknya untuk menutup segala dosa-dosanya dan untuk bekal ke negeri akhirat nanti. I-Peringatan, perintah Allah SWT agar manusia mau mengakui dosanya, bertaubat yang semurni-murninya dan segera kembali kejalan Allah dan Rasul-Nya: A-Allah SWT menerima taubat manusia dan mengampuni segala dosa-dosanya. [9.104] Tidakkah mereka mengetahui, bahwasanya Allah menerima tobat dari
hamba-hamba- Nya dan menerima zakat, dan bahwasanya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang? B- Allah mencintai orang-orang yang bertobat dan yang menyucikan diri. Qs.2:222 [2.222] Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang tobat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri. II-SYARAT- SYARAT DITERIMANYA TAUBAT.Menyadari bahwa kesalahan/keterlanj uran itu sesungguhnya adalah perkara-perkara yang tidak disukai oleh Allah SWT, hanya ketika itu benteng iman yang kita miliki sedang rapuh, sehingga godaan syetan dan hawa nafsu kita pengaruhnya lebih besar, apalagi sedang terhimpit oleh ekonomi dan lain sebagainya, keluarga yang tidak harmonis, lihat anak-anak baru gede (abg) cantik-cantik yang suka seronoh, paha mulus yang dipamerkan, isis BRA yang dipamerkan nah akhirnya iman yang tidak kuat, sehingga melakukan perbuatan dosa. Koropsi, suap menyuap, markup, manipulasi dan sebagainya. Segera berhenti dan bertaubatlah. 1-Orang-orang yang
beriman saja yang diterima taubatnya, orang-orang kafir dan orang-orang musyrik tidak akan diterima taubatnya. Qs.66:8; 2- Taubatan nasuha, bertaubat yang semurni-murninya taubat. [66.8] Hai orang-orang yang beriman, bertobatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahan mu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersama dengan dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: "Ya Tuhan kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu". Qs.66:8 ini ditujukan kepada orang-orang yang beriman. 3-Karena kejahilannya (tidak mengetahui hukumnya) [4. 17] Sesungguhnya tobat di sisi Allah hanyalah tobat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan,
yang kemudian mereka bertobat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima Allah tobatnya; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (Kejahilan maknya tidak mengetahui hukumnya). Al Qur’an, Surat Al An ‘Aam, surat ke 6, ayat 54 sbb: “Apabila orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami itu datang kepadamu, maka katakanlah: "Salaamun-alaikum. Tuhanmu telah menetapkan atas diri-Nya kasih sayang, (yaitu) bahwasanya barang siapa yang berbuat kejahatan di antara kamu lantaran kejahilan, kemudian ia bertaubat setelah mengerjakannya dan mengadakan perbaikan, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. Qs.6 : 54 4-Karena kebodohannya: Al Qur’an, Surat An Nahl, Surat ke 16, ayat No.119 sbb: Kemudian, sesungguhnya Tuhanmu (mengampuni) bagi orang-orang yang mengerjakan kesalahan karena kebodohannya, kemudian mereka bertaubat sesudah itu dan memperbaiki (dirinya); sesungguhnya Tuhanmu sesudah itu benar-benar Maha Pengampun
lagi Maha Penyayang. Qs. An Nahl (16):119 5-Mengetahui berbuat dosa, lalu berhenti:Orang- orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka [3.135] Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. Keterang an:Manusia berbuat dosa karena tidak mengetahui hukumnya, setelah mengetahui bahwa perbuatannya melanggar hukum-hukum Allah dan Rasul-Nya dan mengakui telah berbuat dosa maka segera hentikan perbuatan dosa itu, segera bertaubat dan mohon ampunan kepada Allah SWT. 6-Menyesali, menyadari berbuat dosa, sadar bertaubat & memohon
ampun.Al Qur’an, Surat An Nisaa’, Surat ke 4, ayat No. 110 sbb:Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Qs.An Nisaa’(surat ke 4) ayat:110 Al Qur’an, Surat An Nisaa’, Surat ke 4, ayat No.64 sbbSesungguhnya jika mereka ketika menganiaya dirinya datang kepadamu, lalu memohon ampun kepada Allah, dan Rasul pun memohonkan ampun untuk mereka, tentulah mereka mendapati Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. QS.An Nisaa’ (4): 64. 7-Sebelum ajalmu dijemput oleh MalaikatBertaubatla h yang semurni-murninya taubat. Bertaubat menjelang ajal tidak akan diterima oleh Allah, apalagi bertaubat di Neraka tiada gunanya, tinggal penyesalan selama-lamanya. Didunia inilah tempat penyucian dosa, dineraka adalah kekal.Taubat harus dilakukan di dunia semasa manusia masih hidup.Al Qur’an, Surat Al Maa-idah, surat ke 5 ayat No.39
sbbMaka barang siapa bertaubat (di antara pencuri-pencuri itu) sesudah melakukan kejahatan itu dan memperbaiki diri, maka sesungguhnya Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Qs.Al Maa-idah (5): 39 8-Berlaku Islah Yaitu meningkatkan amal-amal saleh dan Istiqomah dalam agama Allah (Dinullah). Meningkatkan amal perbuatan yang baik. Qs.4: 146“Kecuali orang-orang yang taubat dan mengadakan perbaikan dan berpegang teguh pada (agama) Allah dan tulus ikhlas (mengerjakan) agama mereka karena Allah. Maka mereka itu adalah bersama-sama orang yang beriman dan kelak Allah akan memberikan kepada orang-orang yang beriman pahala yang besar”. Qs.An Nisaa’ (4): 146 [25.70] kecuali orang-orang yang bertobat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [25.71] Dan orang yang bertobat dan mengerjakan amal saleh, maka
sesungguhnya dia bertobat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya. 9-IstiqomahTegar dalam prinsip; Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.Qs. Hud (11):112 “Dan sesungguhnya Aku (Allah) Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat, beriman, beramal saleh, kemudian tetap di jalan yang benar”. Qs.Thaahaa (20): 82 III-ALLAH SWT MENGAMPUNI DOSA-DOSA SEMUANYA, BILA MAU BERTAUBATAN NASUHA DAN BERSERAH DIRI KEPADA ALLAH. [39.53] Katakanlah: "Hai hamba-hamba- Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [39.54] Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu
kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi). IV-PENGAMPUNAN DOSABeriman dan beramal saleh akan dihapuskan dosa-dosanya. [29.7] Dan orang-orang yang beriman dan beramal saleh, benar-benar akan Kami hapuskan dari mereka dosa-dosa mereka dan benar-benar akan Kami beri mereka balasan yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan. Al Qur’an, Surat Asy Syura, Surat ke 42, ayat No.25, 26 sbb:Dan Dialah yang menerima taubat dari hamba-hamba- Nya dan memaafkan kesalahan-kesalahan dan mengetahui apa yang kamu kerjakan, dan Dia memperkenankan (doa) orang-orang yang beriman serta mengerjakan amal yang saleh dan menambah (pahala) kepada mereka dari karunia-Nya. Dan orang-orang yang kafir bagi mereka azab yang sangat keras. QS Asy Syura (42): 25, 26. Allah SWT menghapus segala kesalahannya walaupun sebanyak buih dilautan:Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah SAW bersabda: Siapa membaca kalimat tahlil: Laa ilaaha illallahu wadahu laa syariikalah, lahul
mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘alla kulli syai-in qadiir. (Tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya, milik-Nyalah kerajaan (kekuasaan) dan pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala-galanya. ) Dibaca seratus kali dalam sehari, maka dia beroleh pahala sebanyak pahala memerdekakan sepuluh orang budak, dan dicatat untuknya seratus kebajikan, serta dihapus daripadanya seratus kesalahan (dosa), dan pada hari itu dia terpelihara dari godaan setan sampai petang. Dan tidak seorangpun yang melebihi amalnya kecuali orang yang membacanya lebih banyak dari seratus kali. Dan siapa membaca: Subhanallahi wa bihamdih seratus kali dalam sehari, dihapus segala kesalahannya walaupun sebanyak buih dilautan.” Hadits Shahih Muslim No. 2313 VI-YANG TIDAK DITERIMA TAUBATNYABertaubat menjelang ajal, baru mau bertaubat ketika didatangi oleh Malaikat maut dan mau bertaubat ketika sakaratul maut datang, maka tidak akan diterima taubatnya oleh Allah SWT:
1-Ajal datang baru mau bertaubat, tidak diterima taubatnya: [4. 18] Dan tidaklah tobat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) ia mengatakan: "Sesungguhnya saya bertobat sekarang" Dan tidak (pula diterima tobat) orang-orang yang mati sedang mereka di dalam kekafiran. Bagi orang-orang itu telah Kami sediakan siksa yang pedih. 2-Taubatnya Fir’aun menjelang ajal tidak diterima taubatnya oleh Allah SWT: [10.90] Dan Kami memungkinkan Bani Israel melintasi laut, lalu mereka diikuti oleh Firaun dan bala tentaranya, karena hendak menganiaya dan menindas (mereka); hingga bila Firaun itu telah hampir tenggelam berkatalah dia: "Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israel, dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)". [10.91] Apakah sekarang (baru kamu percaya), padahal sesungguhnya kamu telah
durhaka sejak dahulu, dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan. [10.92] Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami. VII-ORANG-ORANG YANG MELAKUKAN, PERBUATAN SYIRIK ATAU ORG-ORG MUSYRIK TDK AKAN DITERIMA TAUBATNYA. [4. 48] Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki- Nya. Barang siapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang amat sangat besar. [4.116] Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa yang selain dari syirik itu bagi siapa yang dikehendaki- Nya. Barang siapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya. VIII-BERTAUBAT SETELAH MATI
TIADA GUNANYA!Taubat dilakukan dengan segera mungkin, bukan diulur-ulur waktunya, keburu ajalmu dijemput Malaikat lho. [30.57] Maka pada hari itu tidak bermanfaat (lagi) bagi orang-orang yang lalim permintaan uzur mereka, dan tidak pula mereka diberi kesempatan bertobat lagi. [4.18] Dan tidak (pula diterima tobat) orang-orang yang mati sedang mereka di dalam kekafiran. Bagi orang-orang itu telah Kami sediakan siksa yang pedih. PENJELASAN: BERTAUBAT ARTINYA KEMBALI KEJALAN ALLAH, KEMBALI KE ATURAN ALLAH SWT.Bertaubat yang artinya berhenti dari berbuat dosa dan berjanji tidak akan mengulangi berbuat dosa lagi walaupun ada kesempatan untuk berbuat dosa dan segera kembali ke jalan yang benar yaitu menta’ati segala aturan maupun ketentuan-ketentuan Allah dan Rasul-Nya yang tercatat didalam Al Qur’an dan Hadits-hadits yang shahih dan segera memuhji dan mencari ridho Allah dan berbuat amal salih yang banyak. Setelah bertaubat lalu mengadakan
perbaikkan pada dirinya sendiri dan mencari amal salih yang sebanyak-banyaknya untuk bekal ke negeri akhirat nanti. Sesuai perintah Allah Yang tercatat didalam Al Qur’an seperti tersebut diatas. Allah SWT Maha Rahman dan Maha Rahim, Allah mengampuni dosa-dosa semuanya apabila manusia mau bertaubat yang semurni-murninya dan segera kembali ke jalan Allah, yaitu menta’ati Allah dan Rasul-Nya. Apabila Allah SWT menerima taubat manusia, bermakna Allah mengampuni dosa-dosa manusia, pengampunan dosa, pemutihan dosa ketika masih sadar, beriman dan bertakwa, selama tidak mengerjakan perbuatan-perbuatan syirik atau menyekutukan Tuhan.. Hanya manusia yang sombong yang tidak mau bertaubat, manusia inilah nanti sebagai penduduk neraka yang kekal. Saran- saran:Perbanyakl ah sholat tahajud, Istighfar (bertaubat dan mohon ampunan), berdzikir diwaktu malam hari, untuk menebus dosa-dosa kita yang telah lalu, agar dosa-dosa kita dihapus atau diampuni oleh Allah
Azza Wa Jalla, setidaknya agar balance timbangan kita, perbanyak sholat tahajud dan banyak bedzikir dimalam hari akan memperberat timbangan amal salih kita, insya Allah. Tidak ada dosa kecil kalau setiap sa’at dikerjakan, tidak ada dosa besar kalau segera berhenti dari berbuat dosa, dan segera bertaubat, membaca istighfar karena ingat akan dosa yang dikerjakannya. Disini saya mengajak Bapak-bapak, Ibu-ibu, Saudara-saudara dan Adik-adikku yang merasa (barangkali) telah berbuat dosa besar maupun kecil segera hentikan dan bertaubatlah, Allah SWT masih membuka pintu taubat yang selebar-lebarnya, bertaubatlah jangan di-undur-undur nanti keburu malaikat menjemput ajalmu, kalau malaikat sudah datang, berarti pintu taubat sudah ditutup, sudah closing, tiada ma’af lagi bagimu. Saya menghimbau kepada Bapak-bapak, Ibu-ibu, Saudara-saudara dan Adik-adikku yang barangkali telah melakukan perbuatan yang dilarang oleh agama maupun oleh pemerintah, segeralah
berhenti dan bertaubatlah segera, ingatlah akan siksa neraka jahanam yang sangat dahsyat siksanya dan kekal selamanya. Apalah artinya kesenangan yang hanya beberapa menit, beberapa hari, beberapa minggu, beberapa bulan, beberapa tahun, kesenangan di dunia, kehidupan didunia paling lama kurang lebih 75 tahun, ingatlah saudaraku di alam kubur ratusan ribu tahun, di Padang Mahsyar, di Yaumul Hisab?, di Akhirat, (dineraka kekal selamanya). Satu hari diakhirat = 1000 tahun didunia. Qs.Al Hajj (22), ayat No.47 Semoga tulisan ini bermanfaat bagi yang membaca, menghayati dan yang mengamalkannya, dan semoga kalau mati sudah dalam keadaan bertaubat dan berserah diri kepada Allah Azza Wa Jalla, semoga Allah mengampuni dosa-dosa orang yang mau bertaubat dan mendapat surga yang Allah SWT telah janjikan kepada hambanya yang mau bertaubat dan berserah diri, Amien, insya Allah. Saya hanya sebatas menyampaikan apa yang baru saya ketahui dari beberapa ayat-ayat Al
Qur’an dan Hadits Shahih. Allahu a’lam. Alhamdulillahi Rabil’alamin. Billahi taufik wal hidayah. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Jakarta, 28 Desember 2007Sukarman. Sumber bacaan: Al Qur’an dan Terjemah; Hadits Shahih Muslim. Multi level amal saleh:Tidak ada paksaan, tidak ada sanksi, bila anda mendapat copy artikel (naskah) ini dan anda mau beramal salih yang salih yang banyak, mohon artikel (naskah) ini di print dan di fotocopy, atau di forward kepada sanak saudara yang sebanyak-banyaknya, dan berikan kepada sanak-saudara anda, sahabat anda, handai taulan anda, dan sebagainya, agar dibaca dan diamalkan didalam kehidupannya sehari-hari. Semoga bermanfaat bagi yang mengamalkannya, semoga selamat didunia sampai di akhirat (surga). Insya Allah, Amin.

Related Posts by Categories



0 komentar:

Poskan Komentar

"Be A Real Moeslem" © 2008 Template by:
SkinCorner